.COM | – Tahun ini, diprediksi penetapan 1445 H bakal berbeda antara Ormas Islam besar Nahdlatul Ulama (NU) dan serta Pemerintah.

Melihat hal tersebut, Sekjen , Amirsyah Tambunan mengajak umat Islam di Indonesia untuk menghargai dan menghormati perbedaan 1445H/2024M.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Jika terjadi perbedaan dalam penentuan, maka semua pihak harus saling menghargai, menghormati perbedaan itu. karena, masing-masing pihak mempunyai argumentasi yang diyakini bisa dipertanggunghawabkan atas perbedaan itu. Intinya itu, menghargai perbedaan jika terjadi penetapan satu Ramadan yang berbeda,” kata Amirsyah kepada sejumlah media, Minggu (08/03/2024).

Menurutnya, yang terpenting adalah esensi dalam menjalankan ibadah puasa bagi semua umat muslim bukan mencari perbedaan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Kalau ditanya, kapan kita wajib berpuasa ya 1 Ramadan. Tidak ada perbedaan di situ,” katanya.

Seperti diketahui, sebelumnya telah menetapkan 1 Ramadan 1445 H pada 11 Maret, Idulfitri pada 10 April, dan Puasa Arafah 9 Zulhijah pada 16 Juni, serta Iduladha 10 Zulhijah 1445 H pada 17 Juni 2024. Keputusan penetapan itu dilakukan dengan menggunakan metode Hisab Wujudul Hilal Hakiki.

Baca Artikel Lainnya :
Mungkin Anda Tertarik :