| – Upaya menyadarkan masyarakat akan bahaya penggunaan aliran sebagai jebakan tikus di persawahan, kepolisian intensif memberikan sosialisasi langsung kepada masyarakat.

Hal ini seperti yang di lakukan Deket, melalui Kanit Binmas menggelar sosialisasi melarang penggunaan jebakan beraliran untuk membasmi hama tikus di persawahan dengan mendatangi petani dan memasang banner peringatan disekitar persawahan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

AKP Sri Iswati melalui Kanit Binmas Aiptu Ali Muji mengatakan, kegiatan sosialisasi ini dilakukan mengingat banyaknya kejadian petani meninggal dunia akibat tersengat aliran jebakan itu.

“Kita memberikan kesadaran bangsa kepada para petani agar tidak lagi menggunakan jebakan tikus dengan aliran . Disamping bisa membahayakan diri sendiri juga bisa menghilangkan nyawa orang lain,” kata Kanit Binmas Aiptu Ali Muji kepada , Kamis (29/02/2024).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Terpisah, AKP Sri Iswati, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan ke seluruh anggota khususnya Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat () pada setiap desa untuk mensosialisasikan tentang larangan penggunaan jebakan tikus beraliran .

“Setiap desa dari rutin memberikan himbauan ke warga guna melarang penggunaan jebakan tikus di persawahan dan perkebunan karena sangat berbahaya,” ujar AKP Sri Iswati.

Menurut AKP Sri Iswati, langkah sosialisasi pelarangan tersebut telah dilakukan secara intensif. Selain dinilai berbahaya karena mengancam nyawa, penggunaan jebakan tikus dengan aliran untuk membasmi tikus juga melanggar hukum.

Baca Artikel Lainnya :
Mungkin Anda Tertarik :