| gelar Focus Group Discussion (FGD) bersama dengan tokoh pemuda, Rabu (27/12/2023).

Hal ini merupakan upaya dalam mencegah penyebaran radikalisme dan intoleransi pada momen-momen penting seperti Natal, , dan mendatang.

Acara yang digelar di Gedung SKJ, Mapolres ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, antara lain penegak hukum, tokoh agama, dan perwakilan pemuda.

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakapolres Kompol Akay Fahli, S.Kom, S.I.K, M.Si, KH. Masnur Arief (Ketua FKUB Kab. ), Drs. H.M Syamsuri M.Pd (Ketua Kemenag), Sudjito, S.E (Ketua FPKL), M. Muhlisin (Ketua GP ), serta perwakilan PDPM , , anggota , BEM , Ormek , dan OSIS SMAN 1 .

Sambutan pembuka yang disampaikan oleh Wakapolres menyoroti maraknya intoleransi dan radikalisme di masyarakat Indonesia, serta menekankan perlunya partisipasi aktif generasi muda dan tokoh pemuda untuk memerangi permasalahan tersebut.

“Kita semua perlu berperan aktif dalam mengatasi hal tersebut. terutama, para pemuda dan tokoh pemuda yang diharapkan bisa menjadi garda terdepan dalam memerangi radikalisme dan intoleransi, karena pemuda merupakan jangkar roda penggerak utama wawasan kebangsaan dan pembangunan berkelanjutan.,” jelasnya.

Baca Artikel Lainnya :