.COM | – Puluhan pemuda mayong dan keluarga korban menggelar aksi unjuk rasa di lapangan Desa Mayong Kecamatan Karangbinangun, Senin (11/12/2023).

Aksi ini buntut atas kasus pengeroyokan yang terjadi pada laga bola voli di lapangan Desa Balun, Kecamatan Turi, Kabupaten , Jumat malam (17/11/2023) beberapa waktu lalu. Dimana 2 korban merupakan warga Desa Mayong, melalui aksi ini mereka untuk menuntut keadilan agar polisi segera menangkap pelaku.

“25 hari sudah tragedi kelam pengeroyokan terhadap 2 warga mayong berlalu, namun sampai dengan hari ini belum ada tanda-tanda terduga pelaku ditangkap, hal ini membuat pemuda mayong gusar dan menuntut keadilan,” ungkap Nizam perwakilan salah satu warga . Senin (11/12/2023).

Nizam mengatakan bahwa pemuda mayong selama ini diam dan terus menunggu kabar baik dari kepolisian, namun hingga saat ini sudah hampir 1 bulan, satupun pelaku juga belum ada yang tertangkap.

“Sudah hampir 1 bulan belum ada kabar pelaku tertangkap, padahal semua identitas para pelaku sudah kami berikan kepada pihak kepolisian untuk memudahkan kepolisian segera menangkap pelaku, tapi kenyataanya masih juga belum ada kabar baik, kami gusar dan khawatir masalah ini akan lenyap tidak terungkap dan tidak sesuai dengan yang diharapkan,” katanya.

Menurutnya, tragedi 17 november 2023 ini menjadi perbincangan publik , dan masyarakat mayong khususnya.

“Langkah kita tidak akan berhenti, kita akan trus menyuarakan keadilan, tegakkan keadilan walau langit akan runtuh, jika masalah ini polisi tidak segera menangkap pelaku maka kami akan menggelar aksi lanjutan ke , sampai pelaku benar-benar di tangkap dan diadili sesuai dengan hukum yang yang berlaku,” tuturnya.

Sementara itu, Keluarga korban, Ahmad Fauzi berharap polisi segera menangkap pelaku pengeroyokan terhadap anaknya.

Baca Artikel Lainnya :