| – Badan Pemeriksa () merespons tudingan auditor bernama Victor yang meminta uang kepada Kementerian Pertanian (Kementan) jika ingin memperoleh opini wajar tanpa pengecualian (WTP).

Dalam keterangan resminya, menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap auditor mana pun yang terbukti melakukan tindakan tersebut.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Dalam hal terjadi integritas, akan dilakukan oleh pihak yang menangani tersebut melalui sistem kepatuhan etik,” tulis dalam keterangannya, Jumat (10/5/2024).

menghormati perkara pengadilan yang mengungkap dugaan praktik jual beli entri WTP dalam laporan kementerian/lembaga. Namun tetap mengutamakan asas praduga tak bersalah selama dugaan permintaan atau penerimaan suap tidak terbukti secara hukum.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

mendukung upaya pemberantasan di Indonesia dan tidak akan memberikan toleransi terhadap kegiatan yang melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan, kode etik, standar, dan pedoman pemeriksaan,” kata .

menegaskan, proses pemeriksaan atas laporan yang dilakukan selama ini telah sesuai dengan standar dan pedoman pemeriksaan. Dan dilakukan pengendalian mutu secara bertahap yaitu pengendalian mutu dan pengendalian mutu,” pungkas .

Sebelumnya pada Rabu (5/7/2024), terungkap dalam sidang lanjutan kasus mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) bahwa proses audit yang dilakukan masih menunjukkan tanda-tanda jual beli pernyataan WTP dalam proses audit yang dilakukan oleh .

Sekretaris Direktorat Jenderal Prasarana dan Peralatan Pertanian (Sesditje PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Hermanto sebagai saksi mengungkapkan, salah satu inspektur bernama Victor pernah meminta uang kepada Kementerian Pertanian sebesar Rp 12 miliar.

Baca Artikel Lainnya :
KONTEN PROMOSI