| PALEMBANG – Kabar berpisahnya pasangan Mawardi Yahya-Harnojoyo (Mahar) di Pilkada Sumatera Selatan (Sumsel) 2024 kian santer terdengar. Mawardi Yahya, diisukan akan menggandeng Anita Noeringhati, bukan lagi Harnojoyo, sebagai calon wakil gubernurnya.

Singkatan “Mahar” pun berganti menjadi “Matahati”, menandakan duet baru Mawardi-Anita yang berpotensi mengubah peta politik Sumsel.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

M Haekal Al Haffafah, pengamat politik Sumsel, menilai duet Matahati memiliki potensi besar. Kehadiran Anita Noeringhati sebagai representasi perempuan dianggap bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi pemilih.

“Proporsi pemilih perempuan dan laki-laki relatif seimbang. Ketokohan perempuan dalam menarik dukungan dengan basis gender akan sangat diperlukan,” ujar Haekal.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Menurutnya, sosok perempuan sebagai kepala daerah akan menjadi perhatian khusus. “Suara perempuan bisa saja tertuju ke Anita asalkan bisa mengambil isu krusial yang dapat memikat pemilih,” tambahnya.

Isu Perempuan dan Strategi Kampanye
Haekal menyoroti pentingnya mengangkat isu-isu perempuan dalam strategi kampanye Matahati.

Baca Artikel Lainnya :
KONTEN PROMOSI